Kamis, 25 Januari 2024

Bag Price List

Untuk pemesanan melalui IG @winiwillow
WA 08129922197


Blue Bird Tote Bag IDR 200k

Blue Chicken White Sling Bag IDR 250K



Maroon Batik Boho Bag IDR 200k


Blue Shell Shoulder Bag IDR 125K


Green Batik Shoulder Bag IDR 150K


Floral Denim Tote Bag IDR 250K


Orange Flower Denim Bag IDR 125K

 

Senin, 11 Desember 2023

New Ones

Tas Kanvas

Tas Batik

Lagi senang buat tas gaya Jepang ini. Bentuknya simple dan manis. Isinya muat segala barang standar isi tas, seperti HP, make-up kita, snack atau candy box.  Kelihatannya saja kecil, tapi kalau mau bawa pakaian ekstra si kecil juga muat, aku masukkan dalam pouch kecil lagi. Praktis kan ;) dan tidak berat juga. Kalau mau jalan-jalan yang ringkas dan cepat, tas ini praktis sekali untuk dibawa. Pengen buat yang versi besarnya dan yang pakai zipper, tinggal tunggu waktu dan semangatnya hehehe...


 

Kamis, 30 November 2023

Tas Buatanku

 

.


















.







Ternyata sudah banyak juga ya tas buatanku. Lebih dari 20, tidak semua ada di foto dan juga belum termasuk pouch yang aku buat juga sudah lebih dari 20 buah. Aku pikir aku tidak seniat itu membuat tas karena sebenarnya ide ini datang dari kesukaanku melihat dan mempunyai sesuatu yang lucu dan yang "aku banget" tapi kalau beli di toko rasanya ada saja yang kurang. Lalu mulai deh aku cari-cari buku, dulu jaman Kinokuniya masih banyak di mall, dan seperti hoarder buku kue, aku menikmati juga buku-buku cara menjahit dan ide-ide membuat tas, bahkan yang bahasa Jepang pun aku beli, walau minta bantuan dari kakakku untuk menerjemahkannya ;) tapi selebihnya aku menduga-duga sendiri, tapi jadi juga. 
Alhamdulillah aku sempat diajarin mama cara menjahit tas, meskipun beliau lebih suka tas quilting dan patchwork dan terakhir mama sedang mencoba menggeluti kerajinan decoupage, tapi paling tidak kurang lebih idenya sama, karena aku tidak setelaten mama dan dalam memotong, mengumpulkan serta menjahit satu per satu baik itu untuk model quilt atau patchwork. Ya Allah banyak sekali ilmu yang diberikan mama padaku, dan aku tidak menyadarinya dan kurang mensyukurinya, dari mulai memasak hingga menjahit dan paling yang aku suka yaitu caranya membesarkan anak-anaknya, jadi kangen '( Tapi paling tidak kenangan itu tidak hilang di bawah sadarku. Aku terus melanjutkan kesukaannya. Dan sepertinya anakku juga menyukainya, mulai ikutan aku baking, menggambar dan menari (nah kalau ini oma nya banget ;).
Well, ayolah mulai serius lagi, kalau baking lagi sepi maka menjahitlah, kalau menjahit juga sepi, maka menulis lah, banyak yang bisa dilakukan, hanya harus terus berpikir positif dan ikhtiar serta berdoa tiada putusnya.
Mungkin di usiaku ini tidak mungkin lagi mencari kerja (God knows I tried), jadi harus semangat menciptakan lapangan kerja sendiri.
Kalau kita menikmatinya, tidak sangka juga sudah banyak yang dicapai.

Kamis, 27 Oktober 2022

Tas Handmade




Sudah lama sekali tidak menulis di blog ini. Mama sudah 5 tahun lebih meninggalkan kami. Tapi kenangannya, wejangannya, semua keahliannya masih melekat di otak ini, dan InsyaAllah akan selalu melekat di hatiku. 
Salah satu hobi mama yang menghasilkan dan menenangkan adalah menjahit. Tapi tidak seperti mama, aku kurang telaten dalam menjahit baju, lebih tepatnya aku tidak suka membuat pola hehehe... Aku lebih senang dengan hal-hal yang praktis dan lucu juga fungsional, seperti tas, yanh jelas aku sering pakai dan orang lain juga. Dan memang benar, ketika pikiran ini sedang buntu dan sangat stress dan depresi, dibawa menjahit ternyata lumayan membantu dan menenangkan. Begitu perlunya aku menenangkan diri dalam sehari aku bisa membuat tiga tas lunch bag yabg simple tapi menurutku lucu ;) Saat ini apapun ingin kulakukan. Tidak ada alasan dengan tenaga yang terbatas, modal yang terbatas, iya hehehe... 
Tapi berusaha tetap semangat itu sangat penting, terutama untuk keluarga. Di depan anakku aku tidak boleh menyedihkan, tapi harus memberikan dia inspirasi untuk menikmati masa kanak-kanaknya dan terus mempelajari hal baru. Seprti mama, dia tidak pernah memperlihatkan kesedihannya ketika kami masih kecil=kecil dulu, tapi ketika kami sudah cukup umur untuk mengerti barulahh kami dijadikan teman untuk bersandar oleh beliau.
I miss you mom....always.. 

 

Senin, 23 Juli 2018

Kebahagiaan Semu (Pengalaman Bayi Tabung)

Bismillahirahmanirrahim..

Sudah hampir 2 minggu berlalu. Masih berat rasanya untuk menceritakan ini, tapi disimpan terlalu lama juga tidak sehat untuk kesehatan mental diri. Tadi niatnya ingin sabar menunggu untuk menceritakan keberhasilan dari program bayi tabung yang dijalani, karena memang berhasil... menunggu untuk menceritakan kabar gembira sampai si janin menunjukkan dirinya...tapi takdir berkata lain..

Mungkin aku belum bisa menceritakan secara mendetail proses hari per hari nya pasca bayi tabung (mungkin informasinya bisa berguna bagi siapa yang ingin menjalaninya juga), karena perasaan yang dirasakan saat itu seperti roller coaster, dari berusaha tidak memikirkan, berdebar, sedih, bahagia, berdebar lagi kemudian sedih, dan numb...mati rasa.

Dimulai dari hari ke-8 setelah ET (embrio transfer). Sudah beberapa hari istirahat di rumah setelah proses ET dan berusaha tidak memikirkannya. Tiba-tiba hari Selasa siang, setelah dari kamar mandi untuk BAK, meilhat ada flek coklat di celana dalam. Berusaha tidak panik, tapi tetap menghubungi dokter melalui WA. Berusaha bertanya dengan nada normal, tapi jawaban yang didapat justru membuat jantung berhenti. Kata dokternya itu pertanda tidak bagus. Kemudian dokter menyuruh untuk membeli obat pennguat kandungan di apotek terdekat. Masih berusaha tidak panik dan tidak terburu-buru mengabarkan abang mengenai berita ini sampai dia pulang dari kantor. Ketika dia sudah pulang pun aku tidak terburu-buru mengabarkan kabar tidak enak ini, setelah dia sempat bernafas setelah pulang kantor, baru aku pelan-pelan mengatakan untuk minta diantarkan ke apotek untuk beli obat. Barulah aku menceritakan kepada abang apa yang terjadi. Alhamdulillah dia tidak terlihat panik atau kecewa, tapi menuruti untuk mengantarkan ke apotek. Abang sempat menawarkan dia saja yang pergi supaya aku tidak banyak bergerak, tapi karena resepnya dikirim melalui WA, dan aku juga terlalu gugup untuk diam saja di rumah, aku memilih untuk tetap ikut dengan alasan apabila banyak pertanyaan dari apoteker, lebih mudah jika aku sendiri yang menjelaskan. Benar saja, obatnya agak susah didapat di apotek biasa plus resepnya hanya melalui WA. Tapi sebelum putus asa, ada apotek kecil satu lagi yang didatangi, dan ternyata mereka ada obatnya dan tidak masalah dengan resepnya yang hanya melalui WA. Sebelum menemukan obatnya sempat menghubungi dokter lagi, karena merasa khawatir akhirnya aku minta dimajukan kontrolnya yang seharusnya hari Jumat jadi hari Rabu.

Hari Rabu tiba. Pergi ke RS sendiri naik taksi karena suami tidak bisa bolos dari pekerjaan. Hati sudah merasa tidak enak. Setibanya di RS, ketemu dokter, periksa, dan hasilnya tidak bagus. Ketika USG transvaginal terdapat flek coklat cukup banyak dan hampir mnyerupai darah. Dokter dan suster sudah pesimis. Aku tetap disuruh minum obat penguat kandungan, tapi obat yang melalui vagina tidak perlu dipakai lagi (dengan kata lain sebegitu pesimisnya dokter akan keberhasilan untuk kehamilan). Disuruh tes darah hari Jumat untuk memastikan hamil atau tidaknya. Begitu keluar dari klinik, kaki langsung lemas. Waktu itu masih di bulan puasa, dan karena aku keluar flek itu jadi tidak puasa, tapi rasanya seperti sedang puasa lemasnya. Duduk sebentar di coffee shop dan menelpon suami lalu kakak yang juga dokter, dan kemudian menangis sendiri....pulang sendiri dengan hati dan badan yang lemas.

Selama menunggu tibanya hari Jumat, tiada henti aku memohon doa, membaca Al-Quran, tahajud, dhuha, dan terus memohon kepada Allah untuk rahim dan kandungan ini dikuatkan sehingga aku berhasil hamil.

Lalu, doa itu terjawab.


Melihat hasilnya, masih belum paham, apalagi ada keterangan di sampingnya (dengan pemahaman sendiri) bahwa hasil aku belum mencapai untuk usia kehamilan, sempet menangis...tapi sambil WA ke dokter dan mengirim hasilnya ini. Dan jawaban dokter.."kalau dilihat dari hasilnya hamil." Lalu aku disuruh ke RS untuk mengeceknya. Suami begitu pulang kantor langsung mengantarkan aku ke RS. Dan hasilnya setelah diperiksa, Alhamdulillah memang hamil, dan sudah masuk uk 4 minggu, tapi flek masih keluar jadi disuruh bed rest. Tidak boleh jalan-jalan dulu, ketemu orang banyak apalagi stress. Jadi ketika lebaran tiba, terpaksa diam di rumah dan tidak bisa sholat Id ataupun berkumpul dengan keluarga, dan kue kering pesanan yang sudah diterima pun terpaksa dibatalkan. Judulnya tidak bisa kemana-mana dan melakukan apa-apa sampai pemeriksaan berikutnya tgl 18 Juni, sehari sebelum ulang tahun. 



Dan...untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa aku memang hamil, akhirnya memberanikan diri untuk test pack, setelah bertahun-tahun selalu mendapatkan satu garis dari hasilnya yang selalu membuat kecewa dan frustasi.


Hasilnya dua garis, melihatnya rasanya tidak tergambarkan perasaan saat itu. Tapi perjuangan masih panjang, tidak mau sombong dulu ataupun merasa lega. Masih banyak rintangan yang harus dihadapi. Sempat kelelahan karena meskipun tidak boleh kemana-mana, tapi namanya lebaran, tidak ada pembantu, kakak dan tante sedang pergi ke Malaysia, jadi tidak bisa bagi tugas dengan urusan rumah. Sementara tidak bisa membiarkan rumah kotor karena tidak baik juga untuk kesehatan diri dan calon janin. Dan meminta pengertian keluarga juga untuk tidak datang berkunjung dulu, karena nanti bukannya senang malah stress karena harus membersihkan rumah dan melayani dengan ekstra. 
Seminggu sudah terlewati, dan rasa mual dan pusing sudah mulai timbul. Tiba harinya kontrol ke dokter. Paginya periksa darah, dan setelah keluar hasil lalu langsung ke dokter. Alhamdulillah, hasilnya baik dan menunjukkan perkembangan, terlihat dinding rahim menebal. Dilihat dari hasil USG, katanya aku sudah masuk 6 minggu dan sudah terlihat yolk sac nya, bahkan dokter sempat curiga bayinya kembar.. Tapi hasil USG nya masih disimpan, katanya biar dimasukkan ke dalam agenda kehamilan.



Kemudian tiba hari ulang tahun, paginya suami mengantarkan ke kuburan mama...sedih dan kangen rasanya tapi aku tetap ingin menyampaikan kabar gembira ini, I wish she were here with me. Lalu sempat merayakan ultah kecil-kecilan bersama suami dan kakak laki-laki beserta keluarganya, dua keponakanku yang lucu dan juga obat buat rasa khawatir aku, dan terus terang aku saat itu benar-benar kangen mama dan butuh wajah yang mirip dengannya. Setelah beberapa minggu dikurung di rumah terus, bisa merasakan sedikit angin mall..walaupun tubuh memang tidak terlalu fit untuk jalan-jalan, tapi untuk menghibur aku suami mengajak nonton, habis itu kita pulang. Tidak lupa bersyukur dan berdoa kepada Allah betapa indahnya kado yang diberikan oleh-Nya. Akhirnya aku bisa hamil...

Namun, satu minggu berlalu. Meskipun sudah tahu hamil dan merasakan mual, muntah dan pusing yang amat sangat tidak mengenakkan...dalam hati masih ada yang mengganjal...selama kehamilan itu abang pernah bertanya sekali dua kali untuk mengumumkannya melalui medsos, tapi aku bilang nanti saja, tunggu sampai janinnya benar-benar terlihat berdetak jantungnya...aku tidak tahu apakah saat itu aku sudah tahu dalam hati tapi tidak menyadarinya...bahwa semua ini dapat cepat berlalu...

Setelah acara aqiqah keponakan baru dari sepupu dua hari sebelumnya yang di sana akhirnya aku bertemu keluarga besar dan dapat mengatakan secara langsung bahwa aku hamil, semua mendoakan yang baik. Tapi takdir tidak dapat dihindari, ketika kontrol lagi hari Senin, di USG, dokter mengatakan kehamilan aku sudah masuk 7 minggu, tapi janin belum terlihat. Dokter langsung mengatakan bahwa aku telah gagal hamil. Dan saat itu rasanya dunia berhenti berputar. Suami kaget, tapi masih belum bisa menerima. Aku menangis karena aku mempercayai apa kata dokter, tapi masih denial dan mencari kemungkinan lain.
Keesokan harinya pergi ke RS lain, ke dokter kandungan spesialis untuk kandungan bermasalah, dan yang masih om aku sendiri. Hasilnya tetap sama. Janin tidak terlihat. Aku divonis blighted ovum.

Setelah berusaha bertahan hampir seminggu, berdoa dan memohon kepada Allah dan berusaha meyakinkan diri bahwa mau lihat lagi di usia kandungan 9 atau 10 minggu janin akan terlihat, karena baca-baca pengalaman orang lain hal itu mungkin saja terjadi. Namun, tubuh sepertinya tidak mendukung, rasa mual makin parah, muntah-muntah tidak tertahankan ditambah sakit kepala yang luar biasa, akhirnya hari Sabtu minta ketemu dokter lagi. Hari itu adalah hari ulang tahun almarhumah mama, aku mendapatkan konfirmasi...kantung kehamilan sudah melebar atau bentuknya sudah tidak sempurna lagi sehingga tidak bisa diukur lagi usia kandungannya.

Saat itulah vonis terakhir aku...dokter sudah memberikan surat pengantar untuk melakukan kuret. Dan disarankan untuk segera dilakukan untuk menghindari infeksi.

Aku sudah mulai mati rasa. Dikatakan ikhlas dan pasrah...tapi aku tidak bisa merasakannya...hari kuret sudah ditentukan hari Rabu tanggal 11 Juli dimana suami bisa mengambil cuti dan menemni seharian.

Hari Rabu tiba, ke RS jam 7 pagi, mengambil fasilitas one day care, setelah operasi langsung pulang. Kakak-kakak datang menemani, mama mertua, tante, semuanya menemani seharian hingga operasi selesai. Sebelum dan sesudah operasi hati tidak merasakan apa-apa. Operasi dilaksanakan jam 2 siang. Sempat takut menghadapi prosesnya yang seharusnya diinduksi dulu, tapi Allah masih melindungi, rasa sakit itu tidak ada, dan proses dipercepat. Saat itu aku hanya berpikir dalam hati..sudah berapa kali aku masuk dalam ruang operasi dan dibius...dan aku hanya bisa berzikir hingga terbangun lagi dan masih dalam keadaan berzikir... Dan semuanya berakhir...

Mungkin Allah ada rencana lain untuk aku dan suami...mungkin kebahagiaan itu masih ada dalam bentuk lain...tapi aku masih belum bisa merasakannya saat ini...

Dan di saat inilah aku sangat membutuhkan almarhumah mama...aku kangen mama...




Jumat, 18 Mei 2018

Program Bayi Tabung Dimulai



Bismillahirrahmanirrahim..akhirnya datang juga saat ini, setelah sekian banyak rumah sakit dan dokter dikunjungi, dua kali operasi laparaskopi, empat kali inseminasi dan entah berapa kali kami mencoba secara normal dibantu dengan obat hormon dan penyubur, urut, akupuntur, alternatif (kalau bisa dibilang begitu), berat badan sudah naik 20kg lebih ;( ketika ke dokter dsuruh jangan gemuk, tapi setiap ganti dokter berat badan naik 2-5kg dan turunnya cuma 1 kg setiap kalinya hiks hiks hiks...
However, sekarang sudah waktunya..umur sudah mau 38 tahun Juni ini, tidak ada tawar-menawar lagi, daripada uang kepakai lagi, sekarang bismillah saja dan mulai.
Obat-obatan di atas itu sebagai bukaan aku untuk puasa, dan sekarang sudah hari ke-3 menyuntik dan memang masih belum bisa puasa karena masih keluar haid, tapi ya karena penyuntikan harus dilakukan jam 6 sore berarti memang itu sebagai bukaan aku ;) Efek samping dari obat: perut biru2 dan sedikit kembung. Kata dokter dan susternya akan sakit dan perih, tapi Alhamdulillah bisa aku terima rasa sakit itu (dengan kata lain tidak terlalu sakit), tapi aku bersyukur dokter dan susternya sangat perhatian, jadi mungkin itu yang mengurangi rasa sakitnya. 

Benar saja aku mulai menjahit, ternyata bisa dilakukan untuk mengurangi stress dan pikiran yang macam-macam, sekalian mencari rezeki yang halal. InsyaAllah ini jalan yang terbaik diberikan Allah dan tidak ada waktu yang lebih baik selain berikhtiar di bulan suci Ramadhan...agar doa kami dikabulkan untuk bisa meminang anak di tahun ini..dan sebagai hadiah lebaran terindah  ..Aaminnn YRA...

Selasa, 24 April 2018

Cara Buat Burger Mudah dan Cepat untuk Makan Siang

Homemade Burger

Masih menyambung dengan program untuk mempunyai anak. Kami, aku dan suami, diharuskan diet hahaha...katanya sih untuk menunjang programnya jadi tidak ada tambahan masalah dalam hormonal jika berat badan tidak sesuai.
Kami sedang menjalankan terapi akupuntur, untuk kesuburan dan juga untuk menurunkan berat badan. Dokter menyarankan kami untuk diet, dengan catatan: dijalankan dietnya!
Pagi dan siang kami bisa makan normal, tapi malam disarankan tidak makan karbonhidrat. Hmmm berat tuh...dan disarankan juga untuk mengurangi asupan nasi, karena nasi paling banyak kandungan gulanya. Nah lho...sudah makan malam tak bisa, tidak boleh nasi pula...hmmm lumayan berat buat kita yang orang Indonesia, terutama aku, Padang, yang doyan banget nasi.
Tapi, untungnya, aku juga doyan junk food (itu bukan kuntungan ya hehehe). Maksudnya, dulu mama memang mengajarkan aku masak masakan Padang, tapi untungnya aku pemalas hehehe karena banyak bumbu yang musti diingat. Akhirnya mama juga mengajarkan masakan ala-ala Barat. Seperti steak, burger, pasta, dan yang enak-enak lainnya deh ;), dan yang paling aku ingat adalah beef patty nya mama atau burger steak karena mama suka membuatnya jadi makanan kita juga, yakni jadi semur daging hehehe.. Satu-satunya semur yang aku suka, karena berhubung aku tidak suka manis dan kecap, tapi tidak tahu kenapa buatan mama itu bisa aku makan :)
Nah, dari daging cincang yang diolah untuk semur itu, mama juga mengajarkan diolah menjadi daging burger. Tapi karena aku ini seleranya terbatas, tidak terlalu suka telur, terlalu banyak tepung dan bumbu-bumbu yang lain, akhirnya aku modifikasi sendiri juga.
Akhirnya, menyambung ke diet kembali, aku jadi bisa membuat junk food ku sendiri yang tidak terlalu junk food tapi bisa dibuat sehat juga, my own cheese burger, dengan daging fresh tanpa olahan atau pengawet. Lumayan mengenyangkan untuk makan siang, membuatnya juga sangat mudah dan cepat, praktis untuk ibu-ibu yang bekerja atau yang 'pemalas' seperti aku hehehe.. Dibuatnya juga bisa semalam sebelumnya, kita masukkan ke dalam plastik kedap udara kemudian dimasukkan kulkas. Keesokan harinya bisa dihangatkan dengan microwave atau dengan panggangan roti dengan waktu yang singkat saja. Hari ini aku persiapkan untuk makan siang hubby.

Berikut ini resepnya:

2 buah roti burger (sekarang tersedia yang gandum juga)
225 gr daging cincang (atau disesuaikan untuk jumlah penyajian, ini bisa untuk 2-3 org)
1 butir telur
1 sdm tepung trig
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica
Daun salada secukupnya
Irisan buah tomat sesuai selera
Saus sambal dan saus tomat sesuai selera
1 sdm minyak zaitun atau margarin juga boleh untuk memasak daging apabila tidak punya panci grill (aku tidak punya ;)

Dan juga aku akan menampilkan step by step nya berikut ini:
 Persiapan masak, siapkan bahan-bahan yang akan diolah. Dalam foto ini aku lupa menampilkan garam dan merica ;)

 Daging siap diolah. Campur telur, tepung terigu, garam dan merica pada daging, kemudian daging diremas-remas hingga semua bahan tercampur dan bentuk seperti bola lalu dipipihkan. Oh ya, kalau suka bawang bombay, bisa juga dicampurkan di dalamnya dengan dicincang-cincang kecil.

 Daging setelah diolah bentuknya seperti di atas.

Roti dipanaskan sebentar dengan margarin.

Kemudian roti dibalik, lalu pindahkan ke piring.

Daging mulai dimasak. Jika tidak punya panci grill, cukup gunakan panci teflon atau anti lengket dan tambahkan sedikit minyak zaitun atau margarin.

Daging terlihat kecoklatan setelah matang.

Sambil menunggu daging matang, siapkan roti. Oleskan saus sambal dan tomat, boleh memakai mayonaise atau mustard, tapi karena aku lagi diet jadi skip that ;) Mulai tumpuk salada, tomat atau tambahkan timun atau pickle jika mau.

Saat daging sudah matang, tambahkan keju slice di atasnya hingga menempel atau sedikit lumer.

Burger sudah jadi, siap disajikan!

Siap dibawa oleh suami :)
Jika ingin disimpan dulu dalam kulkas, masukkan ke dalam plastik/kotak kedap udara, kalau sudah ditambahkan sayur dan tomat disarankan simpan sehari saja, tapi kalau ingin menyimpan lebih lama jangan masukkan dulu sayur dan tomatnya. 

Jika ingin menambahkan side dish juga bisa, tapi disarankan jangan french fries hehehe...kalau pun mau french fries, lebih baik yang dibuat sendiri ya...atau dengan potato wedges, nanti untuk blog berikutnya. Tapi dengan kentang rebus dipotong seperti french fries pun juga enak, hanya perlu ditambahkan sedikit garam dan merica untuk rasanya. Atau lebih baik lagi, tambahkan salad buah saja ;)

Selamat mencoba!