Senin, 23 Juli 2018

Kebahagiaan Semu (Pengalaman Bayi Tabung)

Bismillahirahmanirrahim..

Sudah hampir 2 minggu berlalu. Masih berat rasanya untuk menceritakan ini, tapi disimpan terlalu lama juga tidak sehat untuk kesehatan mental diri. Tadi niatnya ingin sabar menunggu untuk menceritakan keberhasilan dari program bayi tabung yang dijalani, karena memang berhasil... menunggu untuk menceritakan kabar gembira sampai si janin menunjukkan dirinya...tapi takdir berkata lain..

Mungkin aku belum bisa menceritakan secara mendetail proses hari per hari nya pasca bayi tabung (mungkin informasinya bisa berguna bagi siapa yang ingin menjalaninya juga), karena perasaan yang dirasakan saat itu seperti roller coaster, dari berusaha tidak memikirkan, berdebar, sedih, bahagia, berdebar lagi kemudian sedih, dan numb...mati rasa.

Dimulai dari hari ke-8 setelah ET (embrio transfer). Sudah beberapa hari istirahat di rumah setelah proses ET dan berusaha tidak memikirkannya. Tiba-tiba hari Selasa siang, setelah dari kamar mandi untuk BAK, meilhat ada flek coklat di celana dalam. Berusaha tidak panik, tapi tetap menghubungi dokter melalui WA. Berusaha bertanya dengan nada normal, tapi jawaban yang didapat justru membuat jantung berhenti. Kata dokternya itu pertanda tidak bagus. Kemudian dokter menyuruh untuk membeli obat pennguat kandungan di apotek terdekat. Masih berusaha tidak panik dan tidak terburu-buru mengabarkan abang mengenai berita ini sampai dia pulang dari kantor. Ketika dia sudah pulang pun aku tidak terburu-buru mengabarkan kabar tidak enak ini, setelah dia sempat bernafas setelah pulang kantor, baru aku pelan-pelan mengatakan untuk minta diantarkan ke apotek untuk beli obat. Barulah aku menceritakan kepada abang apa yang terjadi. Alhamdulillah dia tidak terlihat panik atau kecewa, tapi menuruti untuk mengantarkan ke apotek. Abang sempat menawarkan dia saja yang pergi supaya aku tidak banyak bergerak, tapi karena resepnya dikirim melalui WA, dan aku juga terlalu gugup untuk diam saja di rumah, aku memilih untuk tetap ikut dengan alasan apabila banyak pertanyaan dari apoteker, lebih mudah jika aku sendiri yang menjelaskan. Benar saja, obatnya agak susah didapat di apotek biasa plus resepnya hanya melalui WA. Tapi sebelum putus asa, ada apotek kecil satu lagi yang didatangi, dan ternyata mereka ada obatnya dan tidak masalah dengan resepnya yang hanya melalui WA. Sebelum menemukan obatnya sempat menghubungi dokter lagi, karena merasa khawatir akhirnya aku minta dimajukan kontrolnya yang seharusnya hari Jumat jadi hari Rabu.

Hari Rabu tiba. Pergi ke RS sendiri naik taksi karena suami tidak bisa bolos dari pekerjaan. Hati sudah merasa tidak enak. Setibanya di RS, ketemu dokter, periksa, dan hasilnya tidak bagus. Ketika USG transvaginal terdapat flek coklat cukup banyak dan hampir mnyerupai darah. Dokter dan suster sudah pesimis. Aku tetap disuruh minum obat penguat kandungan, tapi obat yang melalui vagina tidak perlu dipakai lagi (dengan kata lain sebegitu pesimisnya dokter akan keberhasilan untuk kehamilan). Disuruh tes darah hari Jumat untuk memastikan hamil atau tidaknya. Begitu keluar dari klinik, kaki langsung lemas. Waktu itu masih di bulan puasa, dan karena aku keluar flek itu jadi tidak puasa, tapi rasanya seperti sedang puasa lemasnya. Duduk sebentar di coffee shop dan menelpon suami lalu kakak yang juga dokter, dan kemudian menangis sendiri....pulang sendiri dengan hati dan badan yang lemas.

Selama menunggu tibanya hari Jumat, tiada henti aku memohon doa, membaca Al-Quran, tahajud, dhuha, dan terus memohon kepada Allah untuk rahim dan kandungan ini dikuatkan sehingga aku berhasil hamil.

Lalu, doa itu terjawab.


Melihat hasilnya, masih belum paham, apalagi ada keterangan di sampingnya (dengan pemahaman sendiri) bahwa hasil aku belum mencapai untuk usia kehamilan, sempet menangis...tapi sambil WA ke dokter dan mengirim hasilnya ini. Dan jawaban dokter.."kalau dilihat dari hasilnya hamil." Lalu aku disuruh ke RS untuk mengeceknya. Suami begitu pulang kantor langsung mengantarkan aku ke RS. Dan hasilnya setelah diperiksa, Alhamdulillah memang hamil, dan sudah masuk uk 4 minggu, tapi flek masih keluar jadi disuruh bed rest. Tidak boleh jalan-jalan dulu, ketemu orang banyak apalagi stress. Jadi ketika lebaran tiba, terpaksa diam di rumah dan tidak bisa sholat Id ataupun berkumpul dengan keluarga, dan kue kering pesanan yang sudah diterima pun terpaksa dibatalkan. Judulnya tidak bisa kemana-mana dan melakukan apa-apa sampai pemeriksaan berikutnya tgl 18 Juni, sehari sebelum ulang tahun. 



Dan...untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa aku memang hamil, akhirnya memberanikan diri untuk test pack, setelah bertahun-tahun selalu mendapatkan satu garis dari hasilnya yang selalu membuat kecewa dan frustasi.


Hasilnya dua garis, melihatnya rasanya tidak tergambarkan perasaan saat itu. Tapi perjuangan masih panjang, tidak mau sombong dulu ataupun merasa lega. Masih banyak rintangan yang harus dihadapi. Sempat kelelahan karena meskipun tidak boleh kemana-mana, tapi namanya lebaran, tidak ada pembantu, kakak dan tante sedang pergi ke Malaysia, jadi tidak bisa bagi tugas dengan urusan rumah. Sementara tidak bisa membiarkan rumah kotor karena tidak baik juga untuk kesehatan diri dan calon janin. Dan meminta pengertian keluarga juga untuk tidak datang berkunjung dulu, karena nanti bukannya senang malah stress karena harus membersihkan rumah dan melayani dengan ekstra. 
Seminggu sudah terlewati, dan rasa mual dan pusing sudah mulai timbul. Tiba harinya kontrol ke dokter. Paginya periksa darah, dan setelah keluar hasil lalu langsung ke dokter. Alhamdulillah, hasilnya baik dan menunjukkan perkembangan, terlihat dinding rahim menebal. Dilihat dari hasil USG, katanya aku sudah masuk 6 minggu dan sudah terlihat yolk sac nya, bahkan dokter sempat curiga bayinya kembar.. Tapi hasil USG nya masih disimpan, katanya biar dimasukkan ke dalam agenda kehamilan.



Kemudian tiba hari ulang tahun, paginya suami mengantarkan ke kuburan mama...sedih dan kangen rasanya tapi aku tetap ingin menyampaikan kabar gembira ini, I wish she were here with me. Lalu sempat merayakan ultah kecil-kecilan bersama suami dan kakak laki-laki beserta keluarganya, dua keponakanku yang lucu dan juga obat buat rasa khawatir aku, dan terus terang aku saat itu benar-benar kangen mama dan butuh wajah yang mirip dengannya. Setelah beberapa minggu dikurung di rumah terus, bisa merasakan sedikit angin mall..walaupun tubuh memang tidak terlalu fit untuk jalan-jalan, tapi untuk menghibur aku suami mengajak nonton, habis itu kita pulang. Tidak lupa bersyukur dan berdoa kepada Allah betapa indahnya kado yang diberikan oleh-Nya. Akhirnya aku bisa hamil...

Namun, satu minggu berlalu. Meskipun sudah tahu hamil dan merasakan mual, muntah dan pusing yang amat sangat tidak mengenakkan...dalam hati masih ada yang mengganjal...selama kehamilan itu abang pernah bertanya sekali dua kali untuk mengumumkannya melalui medsos, tapi aku bilang nanti saja, tunggu sampai janinnya benar-benar terlihat berdetak jantungnya...aku tidak tahu apakah saat itu aku sudah tahu dalam hati tapi tidak menyadarinya...bahwa semua ini dapat cepat berlalu...

Setelah acara aqiqah keponakan baru dari sepupu dua hari sebelumnya yang di sana akhirnya aku bertemu keluarga besar dan dapat mengatakan secara langsung bahwa aku hamil, semua mendoakan yang baik. Tapi takdir tidak dapat dihindari, ketika kontrol lagi hari Senin, di USG, dokter mengatakan kehamilan aku sudah masuk 7 minggu, tapi janin belum terlihat. Dokter langsung mengatakan bahwa aku telah gagal hamil. Dan saat itu rasanya dunia berhenti berputar. Suami kaget, tapi masih belum bisa menerima. Aku menangis karena aku mempercayai apa kata dokter, tapi masih denial dan mencari kemungkinan lain.
Keesokan harinya pergi ke RS lain, ke dokter kandungan spesialis untuk kandungan bermasalah, dan yang masih om aku sendiri. Hasilnya tetap sama. Janin tidak terlihat. Aku divonis blighted ovum.

Setelah berusaha bertahan hampir seminggu, berdoa dan memohon kepada Allah dan berusaha meyakinkan diri bahwa mau lihat lagi di usia kandungan 9 atau 10 minggu janin akan terlihat, karena baca-baca pengalaman orang lain hal itu mungkin saja terjadi. Namun, tubuh sepertinya tidak mendukung, rasa mual makin parah, muntah-muntah tidak tertahankan ditambah sakit kepala yang luar biasa, akhirnya hari Sabtu minta ketemu dokter lagi. Hari itu adalah hari ulang tahun almarhumah mama, aku mendapatkan konfirmasi...kantung kehamilan sudah melebar atau bentuknya sudah tidak sempurna lagi sehingga tidak bisa diukur lagi usia kandungannya.

Saat itulah vonis terakhir aku...dokter sudah memberikan surat pengantar untuk melakukan kuret. Dan disarankan untuk segera dilakukan untuk menghindari infeksi.

Aku sudah mulai mati rasa. Dikatakan ikhlas dan pasrah...tapi aku tidak bisa merasakannya...hari kuret sudah ditentukan hari Rabu tanggal 11 Juli dimana suami bisa mengambil cuti dan menemni seharian.

Hari Rabu tiba, ke RS jam 7 pagi, mengambil fasilitas one day care, setelah operasi langsung pulang. Kakak-kakak datang menemani, mama mertua, tante, semuanya menemani seharian hingga operasi selesai. Sebelum dan sesudah operasi hati tidak merasakan apa-apa. Operasi dilaksanakan jam 2 siang. Sempat takut menghadapi prosesnya yang seharusnya diinduksi dulu, tapi Allah masih melindungi, rasa sakit itu tidak ada, dan proses dipercepat. Saat itu aku hanya berpikir dalam hati..sudah berapa kali aku masuk dalam ruang operasi dan dibius...dan aku hanya bisa berzikir hingga terbangun lagi dan masih dalam keadaan berzikir... Dan semuanya berakhir...

Mungkin Allah ada rencana lain untuk aku dan suami...mungkin kebahagiaan itu masih ada dalam bentuk lain...tapi aku masih belum bisa merasakannya saat ini...

Dan di saat inilah aku sangat membutuhkan almarhumah mama...aku kangen mama...




Jumat, 18 Mei 2018

Program Bayi Tabung Dimulai



Bismillahirrahmanirrahim..akhirnya datang juga saat ini, setelah sekian banyak rumah sakit dan dokter dikunjungi, dua kali operasi laparaskopi, empat kali inseminasi dan entah berapa kali kami mencoba secara normal dibantu dengan obat hormon dan penyubur, urut, akupuntur, alternatif (kalau bisa dibilang begitu), berat badan sudah naik 20kg lebih ;( ketika ke dokter dsuruh jangan gemuk, tapi setiap ganti dokter berat badan naik 2-5kg dan turunnya cuma 1 kg setiap kalinya hiks hiks hiks...
However, sekarang sudah waktunya..umur sudah mau 38 tahun Juni ini, tidak ada tawar-menawar lagi, daripada uang kepakai lagi, sekarang bismillah saja dan mulai.
Obat-obatan di atas itu sebagai bukaan aku untuk puasa, dan sekarang sudah hari ke-3 menyuntik dan memang masih belum bisa puasa karena masih keluar haid, tapi ya karena penyuntikan harus dilakukan jam 6 sore berarti memang itu sebagai bukaan aku ;) Efek samping dari obat: perut biru2 dan sedikit kembung. Kata dokter dan susternya akan sakit dan perih, tapi Alhamdulillah bisa aku terima rasa sakit itu (dengan kata lain tidak terlalu sakit), tapi aku bersyukur dokter dan susternya sangat perhatian, jadi mungkin itu yang mengurangi rasa sakitnya. 

Benar saja aku mulai menjahit, ternyata bisa dilakukan untuk mengurangi stress dan pikiran yang macam-macam, sekalian mencari rezeki yang halal. InsyaAllah ini jalan yang terbaik diberikan Allah dan tidak ada waktu yang lebih baik selain berikhtiar di bulan suci Ramadhan...agar doa kami dikabulkan untuk bisa meminang anak di tahun ini..dan sebagai hadiah lebaran terindah  ..Aaminnn YRA...

Selasa, 24 April 2018

Cara Buat Burger Mudah dan Cepat untuk Makan Siang

Homemade Burger

Masih menyambung dengan program untuk mempunyai anak. Kami, aku dan suami, diharuskan diet hahaha...katanya sih untuk menunjang programnya jadi tidak ada tambahan masalah dalam hormonal jika berat badan tidak sesuai.
Kami sedang menjalankan terapi akupuntur, untuk kesuburan dan juga untuk menurunkan berat badan. Dokter menyarankan kami untuk diet, dengan catatan: dijalankan dietnya!
Pagi dan siang kami bisa makan normal, tapi malam disarankan tidak makan karbonhidrat. Hmmm berat tuh...dan disarankan juga untuk mengurangi asupan nasi, karena nasi paling banyak kandungan gulanya. Nah lho...sudah makan malam tak bisa, tidak boleh nasi pula...hmmm lumayan berat buat kita yang orang Indonesia, terutama aku, Padang, yang doyan banget nasi.
Tapi, untungnya, aku juga doyan junk food (itu bukan kuntungan ya hehehe). Maksudnya, dulu mama memang mengajarkan aku masak masakan Padang, tapi untungnya aku pemalas hehehe karena banyak bumbu yang musti diingat. Akhirnya mama juga mengajarkan masakan ala-ala Barat. Seperti steak, burger, pasta, dan yang enak-enak lainnya deh ;), dan yang paling aku ingat adalah beef patty nya mama atau burger steak karena mama suka membuatnya jadi makanan kita juga, yakni jadi semur daging hehehe.. Satu-satunya semur yang aku suka, karena berhubung aku tidak suka manis dan kecap, tapi tidak tahu kenapa buatan mama itu bisa aku makan :)
Nah, dari daging cincang yang diolah untuk semur itu, mama juga mengajarkan diolah menjadi daging burger. Tapi karena aku ini seleranya terbatas, tidak terlalu suka telur, terlalu banyak tepung dan bumbu-bumbu yang lain, akhirnya aku modifikasi sendiri juga.
Akhirnya, menyambung ke diet kembali, aku jadi bisa membuat junk food ku sendiri yang tidak terlalu junk food tapi bisa dibuat sehat juga, my own cheese burger, dengan daging fresh tanpa olahan atau pengawet. Lumayan mengenyangkan untuk makan siang, membuatnya juga sangat mudah dan cepat, praktis untuk ibu-ibu yang bekerja atau yang 'pemalas' seperti aku hehehe.. Dibuatnya juga bisa semalam sebelumnya, kita masukkan ke dalam plastik kedap udara kemudian dimasukkan kulkas. Keesokan harinya bisa dihangatkan dengan microwave atau dengan panggangan roti dengan waktu yang singkat saja. Hari ini aku persiapkan untuk makan siang hubby.

Berikut ini resepnya:

2 buah roti burger (sekarang tersedia yang gandum juga)
225 gr daging cincang (atau disesuaikan untuk jumlah penyajian, ini bisa untuk 2-3 org)
1 butir telur
1 sdm tepung trig
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica
Daun salada secukupnya
Irisan buah tomat sesuai selera
Saus sambal dan saus tomat sesuai selera
1 sdm minyak zaitun atau margarin juga boleh untuk memasak daging apabila tidak punya panci grill (aku tidak punya ;)

Dan juga aku akan menampilkan step by step nya berikut ini:
 Persiapan masak, siapkan bahan-bahan yang akan diolah. Dalam foto ini aku lupa menampilkan garam dan merica ;)

 Daging siap diolah. Campur telur, tepung terigu, garam dan merica pada daging, kemudian daging diremas-remas hingga semua bahan tercampur dan bentuk seperti bola lalu dipipihkan. Oh ya, kalau suka bawang bombay, bisa juga dicampurkan di dalamnya dengan dicincang-cincang kecil.

 Daging setelah diolah bentuknya seperti di atas.

Roti dipanaskan sebentar dengan margarin.

Kemudian roti dibalik, lalu pindahkan ke piring.

Daging mulai dimasak. Jika tidak punya panci grill, cukup gunakan panci teflon atau anti lengket dan tambahkan sedikit minyak zaitun atau margarin.

Daging terlihat kecoklatan setelah matang.

Sambil menunggu daging matang, siapkan roti. Oleskan saus sambal dan tomat, boleh memakai mayonaise atau mustard, tapi karena aku lagi diet jadi skip that ;) Mulai tumpuk salada, tomat atau tambahkan timun atau pickle jika mau.

Saat daging sudah matang, tambahkan keju slice di atasnya hingga menempel atau sedikit lumer.

Burger sudah jadi, siap disajikan!

Siap dibawa oleh suami :)
Jika ingin disimpan dulu dalam kulkas, masukkan ke dalam plastik/kotak kedap udara, kalau sudah ditambahkan sayur dan tomat disarankan simpan sehari saja, tapi kalau ingin menyimpan lebih lama jangan masukkan dulu sayur dan tomatnya. 

Jika ingin menambahkan side dish juga bisa, tapi disarankan jangan french fries hehehe...kalau pun mau french fries, lebih baik yang dibuat sendiri ya...atau dengan potato wedges, nanti untuk blog berikutnya. Tapi dengan kentang rebus dipotong seperti french fries pun juga enak, hanya perlu ditambahkan sedikit garam dan merica untuk rasanya. Atau lebih baik lagi, tambahkan salad buah saja ;)

Selamat mencoba!

Rabu, 18 April 2018

Still Not Pregnant

My nephew Ilmy

Sudah 9 tahun 4 bulan menikah, dan masih belum diizinkan punya anak oleh Allah. Mungkin masih disuruh berbenah diri dulu atau pacaran dulu mungkin hehehe.... Masih tetap berharap, masih tetap berusaha, dan masih tetap ke dokter. Terakhir usaha adalah inseminasi, sudah 4x, dan gagal semuanya. Kemarin dikasih waktu satu bulan untuk istirahat untuk akhirnya kami akan melaksanakan bayi tabung. Selama sebulan ini, setelah haid terakhir, aku dan suami masih berharap bisa hamil secara normal, tetapi kemarin sudah dapat jawabannya, haid keluar di hari ke 28.
Sudah siap-siap dan berdoa sambil komat-kamit zikir selama perjalanan ke RS OMNI Alam Sutera, untuk ketemu dokter dan bilang "Ya dok, ayo lanjut," ;) Eh...sampainya di sana pas ketemu dokter, dokternya minta maaf dan bilang kalau belum bisa memulai program bayi tabung karena dia dan timnya mau konferensi ke luar negri dan harus tunda program hingga bulan depan. Ternyata tak disangka aku tak kecewa, melainkan bersyukur dalam hati, artinya kami masih diberi kesempatan lagi satu bulan untuk berusaha hamil secara normal atau menabung dulu hingga benar-benar siap untuk membiayai bayi tabung ini.
Kalau sudah begini rasanya pengen cerita sama mama, betapa bersyukurnya Ade masih diberi kesempatan sama Allah. Kita suka berdiskusi tentang hal-hal seperti ini. Tapi tidak ada mama, sedihhhh...
But, moving on.....harus tabah dan ikhlas....dan untuk menyambung apa yang akan aku tampilkan di blog ini, aku akhirnya melawan rasa malas dan tidak percaya diri untuk terus berusaha menciptakan lapangan kerja sendiri dan mungkin kelak untuk orang lain, dan bisa sekreatif mama. Lalu, mulailah proyek ke 2 dalam berdagang, membuat tas dari bahan kanvas.
Bahan sudah dipesan dan dibeli sebulan yang lalu. Proses pemilihan bahan juga agak lama arena menjadi desain print yang bagus dan bah berkualitas. Sekarang waktunya untuk mulai diproses. setelah gambar desain gonta-ganti, dan mencari penjahit yang bisa membantu, akhirnya pilihan desain jatuh pada model Tote bag. Simple, functional and spacious untuk cewek-cewek rempong seperti aku ;) Bahan yang dipilih juga kanvas medium, bukan kanvas keras, jadi lebih enteng untuk dibawa-bawa dan bahannya lebih fleksibel.

In progress

Pekerjaan yang menyenangkan menurut mama. Mama selalu bilang kalau dengan menjahit, mama jadi tidak berpikir aneh-aneh dan tidak merasa kesepian. I feel you mom, setelah gagal lagi tidak bisa hamil secara normal, dengan melakukan sesuatu yang kita suka atau berkreasi membuat pikiran ini jadi lebih tenang dan rileks. Apalagi ada tujuannya. And in a way, I can feel you're still guiding me.
And now the next step is, to sew these things together :) 

Be patient and pray, happy sewing!!
 

Sabtu, 14 April 2018

I Miss You Mom

 

Hampir setahun mama pergi, tepatnya 10 bulan 13 hari.  Sampai saat ini, baru terasa kuat untuk menuliskan blog ini. Banyak yang ingin Ade ceritakan ke mama, Ade sangat kangen sama mama. Banyak rencana yang Ade mau buat sama mama. Ade masih belum memberikan mama cucu, sedih rasanya. Tapi mama tidak pernah membuat Ade putus asa untuk terus berusaha, melainkan mama selalu menyemangati Ade untuk melakukan sesuatu yang dapat mengalihkan pikiran dari kesedihan dan membuat sesuatu yang berguna. 
Kita berencana mau berjualan bantal, mau buat tas, perlengkapan bayi dan masih banyak lagi. Tapi semua itu tidak kesampaian. Mama sudah terlanjur meninggalkan kami. Mamaku sayang, begitu banyak warisan yang mama berikan ke kami, terutama ke Ade, yakni kegemaran mama akan keindahan dan keterampilan dengan menjahit, quilting, serta membuat semua orang bahagia dengan mengenyangkan perut mereka dengan masakan mama yang sangat lezat atau 'badaceh' kata orang Padang. Mama juga bisa buat kue, dari tart hingga kue basah, semuanya belum pernah ada yang gagal. Dan semua itu mama wariskan ke Ade, keahlian mama, sempat mama turunkan ke Ade semua itu. Ade sangat bersyukur akan itu. Karena selama Ade tidak bisa bekerja karena masih berusaha mendapatkan seorang anak, Ade masih bisa menghasilkan sedikit dari membuat kue dan menjadikannya hobi sekaligus usaha Ade. Dan terakhir mama mengajarkan Ade menjahit. Mama selalu bihang, "Kalau mama udah ga ada, siapa yang nerusin jahitan mama", dan dengan pedenya Ade bilang, "Ya Adelah maa...makanya mama ajarin Ade...tapi yang sabar ya ma hehehe."

Dan hasilnya...

Cover notebook

Tote bag

Nah, don't you worry mom, I will continue your legacy. I shall pass through this grieve of mine and continue to do your work of charm. Maybe I will not be as good and crafty as you, but I will surely never let your spirit die in me. Baby step, but I'm on my way there.

I love you mom.